Tuesday, April 3, 2007

Klab Asia:Belajar Asia lewat Film

Masih segar diingatan ketika tahun 2002, serial Meteor Garden (MG) menjadi drama Taiwan yang paling tenar di negeri ini. Setelah itu mulailah banjir drama Asia di televisi kita. Meskipun jauh sebelumnya kita sudah mengenal era kejayaan film Hongkong dengan genre film laga/kungfu lewat video atau bioskop. Ingatlah jaman Bruce Lee dan Jackie Chan. Liu The Hua dan Aron Kwok. Selain film-film laga/kungfu dari Hongkong, film Asia yang nyaris jadi penghuni tetap layar televisi kita dari dulu adalah film-film India.

Tapi MG bisa dikatakan membawa tonggak genre baru drama Asia dalam dunia tontonan di Indonesia. Melihat lebih luas, demam itu bukan hanya milik kita. Tapi demam yang sudah melanda seluruh wilayah Asia lainnya. Drama seri Jepang menjadi idola komunitas Cina yang tinggal di Hongkong, Taiwan, Singapura, Malaysia maupun negara-negara barat lain seperti Australia, Inggris dan Kanada (Hu, 2005), drama seri produksi Cina yang dikonsumsi komunitas Cina di seantero dunia (Sun, 2001), drama seri asal Jepang, Taiwan dan Korea yang mempunyai pengaruh luas pada penonton Indonesia dan Malaysia.

Globalisasi tidak hanya membuka pintu bagi penonton untuk mengkonsumsi Barat, tapi juga membuka kemungkinan untuk mengkonsumsi Asia. Ide dan gagasan tentang modernitas dan kemajuan secara massif diperkenalkan kepada publik lewat berbagai bentuk media massa yang semuanya datang dari Barat. Fenomena baru ini menunjukkan pengalaman atas bagaimana modernitas dan ide kemajuan itu dirasakan sendiri oleh orang Asia, baik melalui cerita orang Asia yang tinggal di negeri-negeri Barat atau mereka yang tinggal di negara-negara Asia yang lebih maju. Asia yang mengkonsumsi Asia sendiri. Lebih jauh, Asia adalah juga pengirim pesan kebudayaan (a sending culture), yang dalam kasus ini lebih diperhatikan daripada Amerika Serikat atau negara Barat lain (Wilson, 2001). Dan film merupakan salah satu produk kebudayaan yang terbuka untuk menjadi medium belajar tentang Asia yang lain.

Tetapi perhatian kami bukan semata-mata merubah fokus—dari Barat ke Timur—atau sebaliknya. Kami hanya berpikir bahwa pemahaman yang komprehensif atas dunia akan membawa pengaruh yang lebih baik.

Klab Film Asia merupakan program dari KUNCI Cultural Studies Center yang dirancang sebagai medium belajar Asia bagi publik luas. Program ini dimulai pada April 2007 dengan rangkaian pemutaran film-film Malaysia yang telah kami bagi menjadi 3 sub topik yaitu Anak Muda, Sejarah dan Identitas.

Salah satu alasan mengapa kami membuat program semacam ini adalah karena kami berpikir bahwa penting bagi orang Asia—dan kita termasuk didalamnya tentu saja—untuk mempelajari Asia yang lain.
Klab Film Asia tahun 2007 ini adalah program kolaborasi antara KUNCI Cultural Studies Center dengan Kinoki “bukan bioskop bukan coffeeshop”.

Nuraini Juliastuti-KUNCI
(tunggu ulasan topik ini dalam IKONIK)

No comments: