Selama akhir pekan kemarin, tanggal 15 dan 16 Maret 2008, Kinoki kedatangan temanteman Infis (independen film surabaya). Teman-teman Infis ini datang berkunjung dengan membawa serta kompilasi film nominasi S13ffest 2007 dan Sulasieffest 2005 serta sebuah film panjang yang merupakan omnibus hasil kerja sama dari berbagai elemen seni dan komunitas yang ada di Surabaya yang diberi label CUKS: Surabaya Roman Taste untuk diputar di Kinoki. Acara kali ini merupakan salah satu rangkaian dari road show pemutaran di beberapa kota dan Jogja merupakan salah satu diantaranya. Setelah dari Jogja, film ini akan mampir ke Purwokerto, Bandung, Jakarta, Jember dan terakhir di Denpasar.
Acara pemutaran di Jogja ini dibagi menjadi dua hari: pemutaran kompilasi film nominasi Sieffest 2007 dan Sulasieffest 2005 diletakkan pada hari pertama, 15 maret 2008. sedangkan pemutaran CUKS: Surabaya Roman Taste diletakkan di hari kedua, 16 maret 2008.
Pemutaran film hari pertama dimulai pada jam 19.30. Temanteman Jogja yang datang menonton tercatat lumayan banyak sekitar 30an orang. Ratarata mereka yang datang merupakan temanteman komunitas film yang ada di Jogja. Film yang ada dalam kompilasi ini mengusung bermacammacam hal yang hendak disampaikan, tapi kebanyakan memang mengusung ‘cinta’ sebagai tema besar yang akan diungkapkan lengkap dengan varian dan turunannya masingmasing.
Tanggapan penonton pada hari pertama ini cukup baik dan mereka terbukti antusias menyaksikan kompilasi ini dari awal sampai akhir. Meski tidak sedikit pula yang beranjak berdiri dan keluar bahkan sebelum separuh kompilasi selesai diputar. Filmfilm yang masuk dalam kompilasi ini kebanyakan bertutur dengan gaya dan pola yang standar bahkan cenderung basi demikian seorang teman berkata, sebelum akhirnya ia keluar. Memang demikian adanya, tapi (masih) ada pula beberapa film yang bagus dengan cara tutur kreatif dan mendapat tanggapan yang bagus pula dari penonton antara lain The Dog Burglar (Lydia Budianto), Pringgondani (si ikin, 2007).
Hari kedua, 16 Maret 2008, acara dimulai jam 18.30 dengan didahului oleh pemutaran CUKS: Surabaya Roman Taste. Film ini merupakan hasil karya kolaborasi dari berbagai komunitas dan elemen seni yang ada di Surabaya. Film ini sendiri memiliki durasi 90 menit dan bercerita banyak mengenai cinta. Cinta dari berbagai macam segi.
Sesi diskusi dimulai segera setelah pemutaran film selesai. Acara diskusi ini menghadirkan temanteman Infis sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Elida. Hari kedua ini dihadiri oleh sekitar 25 orang. Sesi diskusi berjalan dengan cukup seru. Ada beberapa pertanyaan yang patut digarisbawahi seperti 1) masalah teknis film, 2) kenapa selalu cinta yang menjadi tema utama yang diangkat? , 3) cara tutur mengenai permasalahan cinta yang terlalu monoton; selalu hetero dan berpasangan, 4) apakah yang menjadi ciri khas yang menunjukkan bahwa itu adalah garapan dari pembuat film surabaya, selain dari penampakan tempat yang khas seperti tugu surabaya, taman bungkul dan dolly? Karena dalam Surabaya Roman Taste ini belum terlihat sama sekali ciri khas Surabaya yang lebih spesifik itu yang seperti apa. Pertanyaan terakhir ini tampaknya belum mampu terjawab dengan memuaskan. Mungkin untuk mengetahuinya, kita perlu menonton puluhan film yang dibuat oleh para pembuat film Surabaya baru kemudian bisa mengetahui apa yang menjadi kekhasannya. Bisa jadi.
Terlepas dari halhal tersebut, filmfilm yang diputar selama 2 hari berturutturut dan juga diskusi ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman menonton temanteman Jogja.
Sampai jumpa di pemutaran selanjutnya....
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment